Tipe Fasad Rumah untuk Arsitektur Modern

   

Fasad Rumah adalah suatu sisi luar (eksterior) sebuah bangunan, umumnya terutama yang dimaksud adalah bagian depan, tetapi kadang-kadang juga bagian samping dan belakang bangunan.

Fasad Rumah juga memiliki banyak tipe sesuai gaya arsitektur. Tentu saja tiap gaya arsitektur punya ciri khas fasad rumah yang berbeda-beda, yuk kita simak beragam tipe fasad rumah untuk arsitektur modern berikut ini :
1. Fasad Rumah Bohemian :

Gaya Bohemian sendiri sebenarnya tidak memiliki aturan yang baku. Seringkali ia merupakan campuran klasik, vintage, atau rustic. Tirai dan gorden jendela warna-warni biasanya menyambut saat memasuki rumah bergaya Bohemian.

Dekorasi, seperti dream catcher, aksesoris tradisional, dan dekor rumah yang unik lainnya kerap dijumpai sebagai hiasan fasad rumah. Gaya Bohemian memang menghadirkan nuansa yang ceria dan berwarna.

2. Fasad Rumah Minimalis :

Pada tahun-tahun terakhir, desain rumah minimalis rasanya makin tinggi peminat. Desainnya yang modern dan simpel justru membuat orang tidak jenuh. Fasad rumah dan arsitektur rumah minimalis juga tak kalah memukau, bentuk-bentuk geometri yang ‘tak berisik’ ditambah dominasi warna monokrom mampu membuat fasad rumah tampak bersih dan terang.

Meski begitu, fasad rumah minimalis juga tidak hanya didominasi warna terang seperti putih, warna gelap seperti hitam justru bisa memunculkan kesan yang elegan. Di samping itu, fasad rumah minimalis juga menggabungkan beberapa unsur alam seperti batu alam dan kayu sebagai aksen.

3. Fasad Rumah Klasik :

Kesan megah biasanya akan tampak ketika memandangi fasad rumah klasik. Bentuk simetris antara sisi kanan dan kiri pun kerap dijumpai. Fasad rumah klasik juga terbilang memiliki desain yang rumit pada pintu, jendela, hingga atap. Berbeda sekali dengan fasad rumah minimalis yang serba simpel.

Fasad rumah klasik akan menampilkan detail yang khas seperti panel-panel cekung pada atap, kolom bergalur, atau jendela dengan tepi molding. Di samping itu, fasad rumah klasik mengatur tiap fungsi dan detail secara proporsional.

4. Fasad Rumah Neo-Klasik :

Fasad rumah neo-klasik memiliki beberapa ciri seperti, garis-garis yang lebih tegas dan bersih, serta terlihat rapi dan simetris. Selain itu, kolom-kolom berdiri tegak guna menopang atap. Fasad rumah neo-klasik umumnya datar dan memanjang. Berbeda dengan fasad rumah klasik, fasad rumah neo-klasik cenderung minim dekorasi.

5. Fasad Rumah Mediterania :

Gaya arsitektur yang berasal dari Amerika ini memang membuat fasad rumah tampak teduh. Fasad rumah Mediterania sendiri memiliki ciri khas pada ornamen dan penggunaan warna. Umumnya fasad rumah Mediterania menggunakan warna-warna cat rumah yang bagus dan hangat, seperti oranye, kuning, krem, atau biru muda.

Fasad rumah Mediterania memang bisa menampilkan kesejukan dan kehangatan sekaligus. Hal ini juga menguntungkan pada setiap musim. Di samping itu, adanya atap yang melindungi fasad rumah juga membuat rumah terlihat lebih sejuk.

6. Fasad Rumah Mid-Century :

Berkebalikan dengan fasad rumah klasik dan neo-klasik yang simetris, fasad rumah mid-century cenderung asimetris. Fasad rumah mid-century memiliki langit-langit yang datar dan banyak sudut.

Di samping itu, fasad rumah mid-century modern berusaha berintegrasi dengan bagian dalam rumah. Pintu geser dengan kaca penuh membuat pandangan dari bagian dalam rumah tidak terhalangi. Fasad rumah mid-century modern juga biasanya menggunakan unsur alam seperti tanaman hijau sebagai ornamen.

Fasad rumah mid-century modern juga menonjolkan beberapa variasi seperti warna pintu yang kontras dengan sekelilingnya dan focal point yang memberikan kesan kuat. 

7. Fasad Rumah Skandinavia :

Mirip dengan fasad rumah minimalistik modern, fasad rumah Skandinavia juga umumnya didominasi warna putih. Pada rumah bergaya Skandinavia, fasad rumah biasanya dibuka dengan halaman yang luas dan hijau.

Di samping itu, fasad rumah Skandinavia menunjukkan kepraktisan tanpa ornamen berlebih. Sebaliknya, unsur hijau dari pohon atau tumbuhan lainnya membuat fasad rumah tampak lebih segar.

Bentuk atap yang datar dengan awning menjadi salah satu ciri khas fasad rumah Skandinavia. Pintu geser dari kaca pun biasa digunakan pada pintu utama rumah Skandinavia.

8. Fasad Rumah Country :

Ketika memandangi rumah country, kita disambut dengan fasad rumah yang teduh dan rindang. Dominasi unsur kayu dan desain yang klasik dan sederhana jadi ciri yang menonjol dari fasad rumah country.

Fasad rumah country biasanya dilengkapi oleh salah satu model teras rumah terpopuler, yaitu teras berbahan dasar kayu. Teras yang menonjol ke area taman ini memberikan sensasi segar dan alami. Hal ini ditambah dengan ornamen berupa tanaman-tanaman hijau dalam pot tanah liat.

Tampilan fasad rumah yang sederhana dan adem justru menjadi kelebihan dari fasad rumah country. Lantai dan atap pada teras biasanya menggunakan warna kayu yang berbeda sebagai variasi.









Komentar